Minggu, 01 Januari 2017

Hidup dan karyanya Ibnu Rusyd

Ia adalah abdul walid Muhammad bin ahmad ibn Rusyd, kelahiran Cordova pada tahun 520 H, berasal dari kalangan keluarga besar yang terkenal di Andalusia (Spanyol), ayahnya seorang hakim, dan neneknya terkenal dengan sebutan “Ibn Rusyd nenek” (aljadd) kepala hakim Cordova.
Karangannya meliputi berbagai macam ilmu seperti fiqih usul, bahasa, kedokterean, astronomi, politik, filsafat, dan buku-bukunya :
a.       Bidyatul mujtahidin (ilmu fiqih) yaitu berisi perbandingan madzhab
b.      Fashlul-maqalfi ma baina al hikmati was-syariat min al-ittisal (ilmu kalam)
c.       Manahij al-adillah fi aqaid ahl-al millah (ilmu kalam)
d.      Tashafur at-thohatut (filsafat dan ilmu kalam
 
Sumber : http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/01/tokoh-tokohfilsafat-islam-mata-kuliah.html

Hidup dan Karya Ibnu Sina

Ibnu Sina dilahirkan dalam masa kekacauan, ketika kalifah abbasyiyah mengalami kemunduran dan negeri-negeri yang mula-mula berada di bawah kekuasaan khalifat tersebut mulai melepaskan diri satu per satu untuk berdiri sendiri. Ibnu Sina dilahirkan di Afsyana, daerah Bukhara pada tahun 340 H (980 M) di Bukhoro, ia menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu-ilmu agama serta ilmu-ilmu astronomi katika usianya baru 10 tahun, kemudian mempelajari ilmu kedokteran pada Isa bin Yahya seorang Masehi. Hidup beliau sepenuhi dengan kesibukan, seperti bekerja di pemerintahan, mengarang, menulis, dll.
    Karya-karyanya yang terkenal:
a.       Asy-syifa terdiri dari logika fisika, matematika dan metafisika (ketuhanan)
b.      An najat
c.       Al-isyarat wat-tanbihat
d.      Al-hikmah al-masyriqiyyah mengenai tasawuf tetapi menurut carlos nallino, berisi filsafat timur sebagai imbangan filsafat barat
e.       Al-qonun
 
Sumber: http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/01/tokoh-tokohfilsafat-islam-mata-kuliah.html

Pandangan Al-Ghazali tentang Taukhid dan Kalam

Ilmu ini membahas tentang dzat Allah, siat-sifatnya yang eternal (al qadimah), yang aktif kreatif (al’fi’liyyah) yang esensial, dengan nama-nama yang sudah dikenal, juga membahas, keadaan para Nabi, para pemimpin umat sesudahnya dan para shabat. Beliau begitu pula membahas tentang keadaan mati dan hidup. Keadaan di bangkitkan dari kubut (al ba’ats), berkumpul di mahsyar, perhitungan amal dan melihat tuhan.
Al ghazali dalam kitabnya ihya’ ‘ulum ad0din menyesalkan adanya pergeseran istilah “tauhid” pada “kalam” tauhid yang berarti mengesakan Allah merupakan isti akidah islam yang dibawa nabi Muhammad SAW, sedangkan kalam yang beratti perkataan, hanya merupakan cara yang digunakan dalam membahas masalah-masalah aqidah. Menurut al ghazali pengertian tauhid pada masa salaf yang terfokus pada kalimat. “La Ilaha Illa Allah” (tidak ada Tuhan selain Allah), ditanggapi dan dihayati bervariasi oleh umat waktu itu. Ada orang munafik yang bertauhid itu dihatinya dan mengucapkannya dengan sadar.

Sumber: http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/01/tokoh-tokohfilsafat-islam-mata-kuliah.html

Karya-karya Al-Ghazali

Sulaiman dunya menyatakan dan mencatat bahwa karya tulis imam al-ghozali mencapai kurang lebih 300 buah, meliau mengarang dari umur 25 tahun yang di antaranya
a.       Ilmu Kalam Dan Filsafat
1)      Maqashid Al Falasifah
2)      Tahafut Al Falasifah
3)      Al Iqtishad Fi Al I’tiqad
4)      Al Muqid Min Adh Dhalal
5)      Maqashid Asma Fi Al Ma’ani, Asma Al Husna
6)      Faial Al Mustaqim, dll
b.      Kelompok fiqih dan ushu; fiqih
1)      Al Basith
2)      Al Wasith
3)      Al Wajiz
4)      Al Khulashah Al Mukhtashar
5)      Al Mustashfa
6)      Al Mankul
7)      Syifakh Al Alifi Qiyas Wa Ta’lil
8)      Adz Dzari’ah Ila Makarim Al Syari’ah
c.       Kelompok tafsir meliputi
1)      Yaqul At Ta’wil Fi Tafsir At Tanzil
2)      Tawahir Al-Qur’an
d.      Kelompok ilmu tasawuf dan akhlak secara integral bahasannya ilmu kalam, fiqih dan tasawuf antara lain:
1)      Ihya’ ‘Ulum Ad-Din
2)      Mizan Al Amanah
3)      Kimya As Sa’adah
4)      Misykat Al Anwar
5)      Muh As Syafat Al-Qulub
6)      Minhaj Al Abiding
7)      Ad Dar Fiqhiratfi Kasyf’ulum
8)      Al Aini Fi Al Wahdat
9)      Al Qurbat Illa Alah Azza Wajalla
                10)  Akhlak Al Abrarwa Najat Min Al Asrar, dll

Sumber: http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/01/tokoh-tokohfilsafat-islam-mata-kuliah.html

Filsafat Metafisika

Hal-hal yang dibicarakannya adalah :
a.       Tuhan
Al faribi terlebih dahulu membagi wujud yang ada pada hakikat Tuhan dan sifat-sifat-Nya
1)      wujud yang mumkin atau wujud yang nyata karena lainnya (wajib ligharbi) seperti wujud cahaya yang tidak akan ada, kalau tidak ada matahari.
2)      Wujud yang nyata dengan sendirinya (wajib al wujud lidzatih). Wujud adalah wujud yang tabiatnya itu sendiri menghendaki wujud-Nya)
b.      Hakekat Tuhan
Allah adalah wujud yang sempurna dan ada tanpa suatu sebab, karena kalau ada sebab bagi-Nya berarti ia tidak sempurna, sebab bergantung kepadanya, ia adalah wujud yang paling mulia dan yang paling dahulu adanya. Oleh karena itu, tuhan adalah zat yang azali (tanpa permulaan) yang selalu ada zat-Nya itu sendiri sudah cukup menjadi sebab bagi keabadian wujud-Nya. Wujud-Nya tidak berarti terdiri dari Hule (matter, benda dan shurroh). Yaitu dua bagian yang terdapat pada makhluk, kalau itu terjadi dari kedua perkara tersebut, tentunya akan terdapat susunan (bagian-bagian pada zat-Nya)
c.       Sifat-sifat tuhan
Sifat Tuhan tidak berbeda dari Zat-Nya, karena tuhan adalah tungal. Juga zat tuhan menjadi objek pemikiran tuhan sendiri (ma’qul) karena yang menghalang-halangi sesuatu untuk menjadi objek pemikiran ialah benda itu pula. Tuhan juga adalah zat yang Maha Mengetahui (‘alim) tanpa memerlukan sesuatu yang lain untuk dapat mengetahui.
Tuhan sangat puas terhadap keagungan dan kesempurnaan zat-Nya. Oleh karena itu ia mencintai dan merindukan zat-Nya sendiri dengan demikian, tuhan itu adalah zat yang merindukan dan yang dirindukan pula (al-‘asyiq dan al-ma’syuq)
Teori al Farabi yang menyatakan bahwa tuhan tidak mengetahui alam dan tidak memikirkannya pula. Yakni tidak menjadikan alam sebagai objek pemikiran-Nya, diambil dari Aristoteles. Pendapat tersebut didasarkan atas anggapan bahwa alam terlalu rendah tingkatannya untuk dijadikan objek pemikiran Tuhan, zat yang Maha Sempurna dan Maha Agung. Jadi pemikiran Tuhan terhadap alam ini tidak langsung. Melainkan cukup melalui zat-Nya, yakni dalam kedudukan-Nya sebagai sebab adanya alam beserta segala perstiwanya. Pendapat al Farabi itu menjadi dasar Ibnu Rusyd yang berpengaruh luas di kalangan dunia piker islam (A. Hanafi, 1991 : 91-92).

Sumber: http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/01/tokoh-tokohfilsafat-islam-mata-kuliah.html

Al-Farabi dan Kesatuan Filsafat

Filsafat al Farabi sebenarnya merupakan campuran antara filsafat aristoteles dan neoplatoisme dengan pikiran keislaman yang jelas dan corak aliran syiah imamiah. Misalnya dalam soal etika dan politik, ia mengikuti plato dan dalam soal metafisika, ia mengikuti plotinus, selain itu al Farabi adalah seorang filsafat sinkretisme (pamanduan) yang percaya akan kesatuan (ketunggalan) filsafat. Pemanduan yang menonjol tampak jelas pada usahanya untuk mempertemukan hasil-hasil pemikiran plato dengan pemikiran aristoteles di satu pihak dan mempertemukan hasil-hasil pemikiran filsafat dengan wahyu di lain pihak, dengan bersenjatakan takwil (interpetensi bathin) (Al Hanafi, 1991 : 83).

Sumber : http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/01/tokoh-tokohfilsafat-islam-mata-kuliah.html

Filsafat Al-Kindi

Bahwa filsafat adalah ilmu yang termulia serta terbaik dan tidak bisa ditinggalkan oleh setiap orang yang berfikir. Al-Kindi meninjau filsafat secara internal dan eksternal,s ecara internal mengikuti pendapat filosof-filosof besar tentag arti kata filsafat. Secara eksternal memberikan definisi filsafat. Menurut Al-Kindi, filsafat ialah ilmu tentang hakekat kebenaran segala sesuatu menurut kesanggupan manusia, yang mencakup ilmu ketuhanan, ilmu keesaan (wahdaniyyah), ilmu keutamaan (fadhilah), semua cara meraih luas lahat dan menghindar dari madharat. Tujuan seseorang filsafat bersifat teoritis, yaitu mengetahui kebenaran praktis dan mewujudkan kebenaran tersebut dalam tindakan. Semakin dekat kepada kebenaran, semakin dekan pula kepada kesempurnaan.

Sumber : http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/01/tokoh-tokohfilsafat-islam-mata-kuliah.html